h1

Pemilwa UNY 2009 (bermasalah ??)

Januari 6, 2010

Membingungkan sebenarnya yang dirasakan dalam Pemilwa UNY 2009. Mengapa demikian? Terjadinya kecurangan disana-sini mengindikasikan bahwa dalam Pemilwa tersebut terdapat permasalahan yang begitu pelik.

Demo yang dilakukan di depan Rektorat UNY (6/12/09), merupakan bentuk dari protes, kekesalan terhadap tindak kecurangan yang berada dalam pemilwa kali ini. Demo yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa netral yang teliti dalam mengawasi jalannya Pemilwa. Hal tersebut pun ditanggapi secara respektif oleh beliau Bpk Rochmat Wahab yang merupakan rektor dari UNY.

Apabila ditelaah lebih lanjut Pemilwa tersebut ternyata didominasi oleh pihak tertentu, mayoritas dari calon presiden ataupun calon ketua berasal dari salah satu organisasi keagamaan yang mengaku Islam. Baik setingkat Fakultas ataupun Universitas. Bahkan KPU pun sebagian besar berasal dari bagian mereka, sehingga banyak sekali penyelewengan, manipulasi dan bahkan pemusatan suara ke salah satu kandidat. Organisasi-organisasi keagamaan Islam tersebut seakan-akan menjadi portal ataupun hal yang menjembatani untuk masuk dalam “sistem kepemerintahan” sehingga peran penting yang diinginkan dalam struktur organisasi semacam BEM dan HIMA dapat diraihnya.

Sungguh begitu ironis memang kejadian tersebut, yang pada awalnya Pemilwa merupakan ajang demokrasi malah dijadikan ambisi untuk mendoktrinasi kalangan yang multikultur. Itulah mengapa Pemilwa UNY bermasalah.
Dengan keadaan tersebut bagaimana bisa menciptakan suasana yang harmonis ketika perbedaan yang ada malah dijadikan sebagai ajang persaingan, tanpa mempedulikan harmonisasi.

Meskipun baru mendapati 1 tahun mengenal dunia kampus dan seluk beluk didalamnya baik politik kampus ataupun isu kampus dan lain sebagainya, namun secara logika hal-hal yang disinyalir tersebut dapat dirasakan oleh sebagian besar mahasiswa UNY. Banyak sekali yang merasakan kekecewaan dan ketidakpuasan akan hasil akhir dari Pemilwa tersebut yang begitu jelas mengandung unsur-unsur yang menyimpang dari semestinya.

Perlu kita ingatkan lagi bahwa ideologi kita adalah Pancasila, dimana semua perbedaan haruslah saling menghormati tanpa memaksakan kehendak. Tapi mengapa tetap terjadi hal seperti itu?? Bagaimana kita terjun ke masyarakat kelak apabila dari hal yang kecil seperti ini terjadi banyak penyelewengan, kecurangan, dominasi salah satu pihak??
Kiamatlah Indonesia apabila orang-orang yang kelak menduduki kursi mewah di Senayan sana adalah orang-orang yang seperti itu.
Orang yang tidak memahami keadilan dan kejujuran!!!

8 komentar

  1. Berarti suara kita yang kemarin tersia – sia kan begitu saja…..dan harus melakukan perubahan…merdeka…


  2. weits tunggu dulu bung jangan kita langsung begitu mudah menilai pemilwa kemarin terjadi sebuah kecurangan, mari kita analisis lebih jauh mengenai pemilwa dari berbagi sudut jangan karna satu pandangan. walau terkesan carut marut tetapi pemilwa kemarin cukup berjalan lancar dan tidak ada kecenderungan untuk curang.
    mari kita rubah paradigma mengenai hal-hal yang sensitif seperti agama dan ideologi karena jika kita gegabah kita hanya akan memperkeruh suasana, ingat kita ini sedang belajar memaknai kehidupan. jangan sampai kita terjebak kefanatikan dan esklusifitas sesaat. semangatlah sahabatku…


  3. emang g blh y lok suatu organisasi tertentu yang mendominasi??
    inilah politik. . .
    mayoritas yang akan megatur segalanya. . .
    contohnya pada masa orba, salah satu parpol menjadi superior dan partai lainya hanya menjadi pelengkap. . harus ada yang yang mendominasi di dalam suatu khidupan, dan itu semua wajar. . . tetapi ingat mayoritas bukan berarti bisa menindas minoritas!!!! keduannya hars salng menghormati kebesan masng2. . .
    ingat, di negara demokrasipun tidak bisa benar2 bisa mewujudkan apa yang disebut demokrasi tsbt. .


  4. @ Heru : bisa dikatakan seperti itu… Toh pasti orang2 yng mendominasi saja yang bisa berkuasa…

    @ Alfi : Terlalu jelas bro semuanya… Tak bisa lagi ditutup2pi…

    @ Faqih : ini bukan orba lagi bro, bahkan ini adalah masa setelah reformasi yang seharusnya demokrasi ditegakkan seadil-adilnya…


  5. multikultural adalah hal yang kita hadapi sekarang ini, namun yang ada dalam PEMILWA yang diadakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta ini jika kita amati belum bisa mencapai pada hal tersebut karena masih tertekan oleh ideologi keagamaan.


  6. Bagaimana kita dapat menyuarakan demokrasi apabila masih ada saja doktrin2 yang dimasukkan ke dalam sistem.


  7. kita jang mudah terpancing dengan isu2 seputar PEMILWA tersebut karena bagaimanpun untuk menciptakan suatu demokrasi dimasyarakat FISE itu sangat sulit sekali terjadi karena ada suatu individu atau suatu kelompok yang mengats namakan sebagai suatu organisasi mahsiswa, Sebagai mahsiswa yang kritis kita sebaikya harus bisa mengantisipasi agar peristiwa tersebut tidak terulang pada masa yang akan datang.


  8. biarlah semua yg dah terjadi,, kita sama-sama tau,, ntak kecurangan,, atau agama jdi dokterin,, dan sebagainya,, tapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita kedepannya memperbaiki apa yang kiranya perlu di perbaiki….



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: