h1

Keroncong… forgettable??

Januari 10, 2010

Pada hari itu rabu malam sekitar pukul 9 malam, setelah cape’ futsal aq beranjak pulang ke kost. Waktu diperjalanan terdengar sayup-sayup lantunan merdu yang berasal dari salah satu rumah yang berada di kompleks dekat kost q, tepatnya didaerah Pringgolayan, Yogyakarta. Keroncong tepatnya jenis musik yang merdu tersebut. Akupun melambatkan motor yang kupakai sembari melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang berusia sekitar 50 thun begitu asyik memainkan alat musik yang mereka mainkan masing2. Masih eksis memang keberadaan musik keroncong di tanah air ini, meskipun banyaknya varian musik baru yang muncul semisal dangdut, campur sari dan lain sebagainya namun musik keroncong juga masih eksis.

Namun yang menjadi permasalahan dalam hal ini adalah apresiasi untuk musik keroncong itu sendiri hanyalah berasal dari generasi tua saja, para generasi muda seakan enggan utntuk ikut ambil  bagian dalam hal tersebut, bahkan hanya sekedar mendengarkan saja mereka ogah-ogahan. Sungguh ironis memang karena seperti yang kita ketahui bahwa musik keroncong adalah musik yang merupakan budaya bangsa yang perlu dilestarikan keberadaannya. Karena saat ini kondisinya sudah hampir tergilas oleh zaman karena adanya aliran-aliran musik baru yang sangat mempengaruhi remaja saat ini. Jika seandainya tidak ada lagi yang mau meneruskan musik keroncong, maka akan hilang salah satu aset budaya bangsa. Padahal Indonesia sempat dikenal oleh dunia internasional dengan musik keroncong melalui lagu Bengawan Solo yang diciptakan oleh Gesang. Sungguh merupakan prestasi yang membanggakan. Sayang sekali jika nantinya musik keroncong yang telah mengharumkan nama bangsa harus tergilas oleh zaman.

Keroncong Aset Budaya Bangsa

Meskipun pribadi sendiri juga menyukai musik modern tapi saya sendiri juga menikmati keroncong. Aset emas bangsa yang seharunya kita lestarikan, jangan sampai tergilas begitu saja, atau malah diklaim oleh Negara lain, seperti kasus2 yang pernah ada sebelumnya.

Oleh karena itu pemberdayaan generasi muda untuk mencintai musik keroncong sangat perlu dilakukan seperti dengan cara :

  1. Mengenalkan musik keroncong sejak usia sekolah dasar.
  2. Melatih anak usia remaja untuk menguasai teknik-teknik yang ada dalam musik keroncong.
  3. Memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya melalui musik keroncong.

Tentu seluruh aparat pemerintah diharapkan bisa ikut andil dalam mengembangkan musik keroncong, sehingga nantinya musik keroncong akan selalu eksis dan takkan tergilas oleh waktu. Musik keroncong dapat juga digunakan untuk menarik animo massa yang besar asalkan generasi muda ikut ambil bagian dalam melestarikan musik keroncong.   Generasi penerus bangsa mau tidak mau akan menghadapi dunia yang serba komplek sehingga kemajuan dari suatu bangsa akan sangat tergantung pada kualitas generasi muda. Bangsa yang berhasil mempertahankan budayanya sehingga tetap bisa terjaga sepanjang massa akan selalu menjadi teladan[1].


[1] http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=12&dn=20081013010952

One comment

  1. keroncong dikhianati jaman, sekarang jamannya ungu dan BCL bukan jamannya waljinah,,,memprihatinkan!!!!



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: